Advertise

Tampilkan posting dengan label Islami. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Islami. Tampilkan semua posting

Contoh Saya Tidak Hafal Rukun Islam Dan Rukun Iman

Alhamdulillah akhirnya kesampean juga bikin posting, kangen berat dengan blog ini yg sudah tidak terurus yang alhamdulillah masih aman dari suspend blogger yang konon katanya banyak blog yang kena suspend tidak terkecuali blog yang seangkatan dengan blog ChugyGogog ini. Padahal blog ini postingnya sekarang setahun sekali tapi masih aman, mudah-mudahan bisa aktif lagi, bisa kejar tayang kaya blogger yang lain.

Memasuki bulan ramadhan yang agung biasanya banyak ide cerita buat para blogger untuk posting kegiatan ramadhannya ahahaha dari mulai aktifitas berpuasa, ngabuburit, buka puasa, sahur dan lain-lain. Semoga kita semua diberikan panjang umur untuk dapat melaksanakan kewajiban kita menjalankan ibadah puasa nanti aamiin.

Puasa merupakan salah satu rukun islam yang ke 4 yang wajib dilaksanakan bagi setiap muslim. Ada yang masih ingat ga dengan rukun islam dan rukun iman,? jangan-jangan udah pada lupa tuh gkgkgkgk. Sejujurnya saya sangat prihatin dengan kondisi anak-anak sekarang "Colek anak tetangga" yang tidak hapal dengan dasar-dasar agama salah satunya dengan RUKUN ISLAM dan RUKUN IMAN, padahal dia sudah kelas 7 subhanallah sangat memprihatinkan, mereka lebih hapal atau menghapal lirik lagu idola mereka daripada dasar agama.


Yuk ah sambil kita mengingat kembali atau yang sudah mulai lupa dengan RUKUN ISLAM dan RUKUN IMAN baiknya kita mengingat kembali, malu dong kalau ditanya sama anak-anak/ ade-ade dilingkungan kita sendiri :) ....!!!


RUKUN ISLAM 
  1. Mengucap dua kalimat syahadat. 
  2. Menunaikan sholat lima waktu dalam sehari semalam. 
  3. Mengeluarkan zakat. 
  4. Berpuasa pada bulan Ramadhan. 
  5. Melaksanakan haji bagi mereka yang mampu. 

RUKUN IMAN
  1. Iman kepada ALLAH 
  2. Iman kepada Malaikat-malikat ALLAH 
  3. Iman Kepada Kitab-kitab ALLAH 
  4. Iman Kepada Rasul-rasul ALLAH 
  5. Iman kepada hari Kiamat 
  6. Iman kepada Qada dan Qadar 
Semoga kita bisa menjadi contoh yang baik buat anak-anak kita semua ... Aamiin

1431H Hari Kemenangan Umat Muslim

baner idul fitri,ketupat lebaran,idul fitri 1431H,
TIDAK TERASA UMAT MUSLIM TELAH DI UFUK KEMENANGAN.
30 HARI BERPUASA DILEWATI DENGAN KEMENANGAN.
SEMUA RASA BERSATU DIHARI YANG PENUH KEMENANGAN.
HARI YANG DINANTIKAN SEGENAP UMAT MUSLIM.

TIBA SAATNYA UNTUK KEMBALI FITRI.
ChugyGOGOG MENGUCAPKAN

" SELAMAT IDUL FITRI 1431 H "
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN


Tamak Atau Rakus

Tamak atau rakus dalam istilah psikologi bermakna keinginan eksesif (berlebihan) untuk memperoleh atau memiliki harta kekayaan yang bukan haknya atau melebihi yang dibutuhkan. Keinginan menguasai dan mencintai harta benda yang berlebihan itu (QS Al Fajr 89:20) pada gilirannya akan membawa seseorang pada dua perilaku negatif yang sangat dilarang dalam Islam.

Pertama, menghalalkan segala cara (the ends justify the means) dengan berbagai bentuk dan variannya sesuai peluang dan kesempatan yang ada di depannya (QS Al Fajr 89:19). Perilaku korupsi yang dilakukan pejabat negara dari level tertinggi sampai terendah timbul, salah satunya, dari sifat tamak ini. Berusaha mendapat keuntungan sebesar-besarnya dengan cara apapun biasa dilakukan pedagang atau pengusaha yang rakus.

Kedua, pelit. Ketamakan itu identik dengan pelit atau kikir (Arab, bakhil) (QS 92:8). Tidak jelas mana yang menyebabkan apa. Apakah tamak yang menyebabkan pelit atau pelit timbul dari sifat tamak. Satu hal yang pasti, kedua karakter ini hanya dimiliki orang yang mementingkan dirinya sendiri (selfish). Yang tidak pernah befikir untuk membagi sebagian harta miliknya dengan orang lain. Al Quran sendiri memakai kata syuhh, yang berarti pelit, untuk menggambarkan perilaku tamak (QS Al Hasyr 59:9; At Taghabun 64:16)

Pada dasarnya, sifat tamak, dalam arti egois, sedikit atau banyak dimiliki setiap orang. Ia inheren dalam cara pikir dan perilaku manusia. Sifat mengutamakan diri sendiri, menomorduakan orang lain, pada hakikatnya manusiawi dan tidak dilarang dalam Islam. Yang dilarang apabila perilaku selfish ini mencapai level yang tidak proporsional sampai pada tahap merugikan orang lain.

Dalam Islam, istilah “merugikan orang lain” tidak hanya terbatas pada korupsi, menipu, memeras, mencuri atau membunuh. Istilah ini mencakup juga “keengganan untuk menginfakkan sebagian harta kita pada yang berhak” (QS Ali Imran 3:180). Allah menegaskan bahwa kesalihan itu adalah membagi sebagian harta dengan orang lain; bukan hanya ibadah ritual (QS Al Baqarah 2:177).

Untuk itu, seorang muslim yang tamak harus merubah perilakunya. Merubah perilaku tamak tidaklah sulit bagi mereka yang memiliki determinasi dan kemauan untuk merubah cara pikir dan perilakunya.

Pertama, rubah pola pikir atau keinginan hidup mewah atau hidup boros. Perilaku hidup mewah timbul pertama kali dari pola pikir (mindset). Karena itu perubahan harus dimulai dari sini. Jadikan hidup sederhana sebagai gaya hidup yang baru. Apabila Anda sudah berkeluarga, yakinkan anak dan istri bahwa pilihan hidup sederhana adalah yang terbaik untuk diri sendiri dan orang lain.

Kedua, yakinkan bahwa standar sukses yang hakiki bukanlah ditandai dari simbol-simbol kemewahan semu yang kita miliki seperti merk dan harga baju, merk mobil, nilai harga rumah dan perabotannya, dan lain-lain. Standar kesuksesan hendaknya berdasarkan pada (a) kredibilitas kepribadian, dan (b) seberapa besar kemampuan dan kekayaan kita dapat bermanfaat bagi orang lain yang membutuhkan (QS Al Baqarah 2:267).

Islam selalu menekankan pentingnya kesalihan kolektif untuk mencapai masyarakat madani, suatu masyarakat yang hidup damai dan sejahtera. Kesalihan kolektif baru dapat dicapai apabila kalangan yang lebih beruntung secara ilmu dan kekayaan berinisiatif untuk membagi apa yang dimilikinya dan membuang perilaku tamak dan selfish.

Sumber A.Fatih Syuhud

Hukum Menikah Dengan Orang Non Muslim Atau Kafir

Di antara masalah yang membuat miris hati kaum muslimin yang konsisten dengan ajaran Islam, banyaknya orang yang menikah dengan pasangan yang berbeda aqidah tanpa mengindahkan larangan dan aturan agama. Oleh sebab itu, masalah tersebut perlu dibahas dengan merujuk kepada Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dan sabda Rasul-Nya Shallallaahu alaihi wa Sallam dengan penjelasan para ulama.

Muslimah Menikah dengan Laki-Laki Kafir.

Tidak ada seorang ulama pun yang membolehkan wanita muslimah menikah dengan laki-laki non muslim, bahkan ijma’ ulama menyatakan haramnya wanita muslimah menikah dengan laki-laki kafir, baik dari kalangan musyrikin (Budha, Hindu, Majusi, Shinto, Konghucu, Penyembah kuburan dan lain-lain) ataupun dari kalangan orang-orang murtad dan Ahlul Kitab (Yahudi dan Nashrani). Hal ini berdasarkan firman Allah :

"Hai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka, maka jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kemba-likan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir, mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka". (Al Mumtahanah: 10)

Di dalam ayat ini, sangat jelas sekali Allah Subhanahu wa Ta'ala menjelaskan bahwa wanita muslimah itu tidak halal bagi orang kafir. Dan di antara hikmah pengharaman ini adalah bahwa Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi darinya.
Dan sesungguhnya laki-laki itu memilki hak qawamah (pengendalian) atas istrinya dan si istri itu wajib mentaatinya di dalam perintah yang ma’ruf. Hal ini berarti mengandung makna perwalian dan kekuasaan atas wanita, sedangkan Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak menjadikan kekuasaan bagi orang kafir terhadap orang muslim atau muslimah.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

Dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir atas orang-orang mu’min.” (An Nisaa: 141).

Kemudian suami yang kafir itu tidak mengakui akan agama wanita muslimah, bahkan dia itu mendustakan Kitabnya, mengingkari Rasulnya dan tidak mungkin rumah tangga bisa damai dan kehidupan bisa terus berlangsung bila disertai perbedaan yang sangat mendasar ini.

Dan di antara dalil yang mengharamkan pernikahan ini adalah, firman-Nya dalam Al-quran:

“Dan jangalah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu’min) sebelum mereka beriman.” (Al Baqarah: 221)"

Di dalam ayat ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala melarang para wali (ayah, kakek, saudara, paman dan orang-orang yang memiliki hak perwalian atas wanita) menikahkan wanita yang menjadi tanggung jawabnya dengan orang musyrik. Yang dimaksud musyrik di sini adalah semua orang yang tidak beragama Islam, mencakup penyembah berhala, Majusi, Yahudi, Nashrani dan orang yang murtad dari Islam.

Ibnu Katsir Asy Syafi’iy rahimahullah berkata,
“Janganlah menikahkan wanita-wanita muslimat dengan orang-orang musyrik".
Al Imam Al Qurthubiy rahimahullah berkata,
“Janganlah menikahkan wanita muslimah dengan orang musyrik. Dan Umat ini telah berijma’ bahwa laki-laki musyrik itu tidak boleh menggauli wanita mu’minah, bagaimanapun bentuknya, karena perbuatan itu merupakan penghinaan terhadap Islam.

Syaikh Shalih Al Fauzan hafidhahullah berkata, “Laki-laki kafir tidak halal menikahi wanita muslimah. berdasarkan firman-Nya Allah SWT
“Dan jangalah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mu’min) sebelum mereka beriman.” (Al Baqarah: 221).

Jelaslah bahwa pernikahan antara muslimah dengan laki-laki kafir itu adalah haram, tidak sah dan bathil.

Terapi Spiritual

Dewasa ini konsep kedokteran modern mengenai pengobatan ialah dengan mempertimbangkan aspek biopisikal. Artinya pengobatan tidak hanya berusaha untuk mrngembalikan fungsi fisik seseorang tetapi juga fungsi psikis dan sosial. Pendekatan ini mnempatkan kembali pengobatan spiritual sebagai salah satu cara pengobatan dalam upaya penyembuhan penderita. Tidak sedikit orang yang bertanya tentang manfaat pengobatan spiritual dan dimana layanan pengobatan tersebut dapat diperoleh.

Macam Macam Terapi Spiritual :

Di indonesia pengobatan spiritual biasanya dikaitkan dengan agama. Seorang pemeluk agama Islam cenderung untuk menjalani pengobatan spiritual yang dilksanakan sesuai ajaran Islam , misalnya berzikir, berdoa, berpuasa, sholat hajat.

Berzikir adalah mengingat Tuhan dengan segala sifat-sifat-Nya, diantaranya sifat Rahman dan Rahim (Kasih Sayang). Dalam berdzikir penderita memuja kebesaran Tuhan dan berharap kasih sayang Tuhan akan menyembuhkannya. Dalam berdoa penderita dapat mengadukan penderitaannya serta memohon penyembuhan. Berpuasa diharapkan akan mendekatkan diri dengan Tuhan sehingga dirinya makin bersih dan mendapatkan ampunan serta kesembuhan. Sholat hajat adalah sholat yang khusus dilakukan untuk memohon kesembuhan penyakit. Dalam agama lain juga terdapat kegiatan ritual untuk penyembuhan baik dibimbing oleh rohaniawan maupun oleh dirinya sendiri.

Respon Relaksasi :

Benson memperkenalkan tehnik respon relaksasi yaitu suatu tehnik pengobatan untuk menghilangkan nyeri. Insomnia (tidak bisa tidur) atau kecemasan. Cara pengobatan ini merupakan bagian pengobatan spiritual. Pada tehnik ini pengobatan sangat feksible dapat dilakukan dengan bimbingan mentor , bersamam sama ataupun sendiri. Tehnik ini merupakan upaya untuk memusatkan perhatian pada suatu fokus dengan menyebut berulang- ulang kalimat ritual dan menghilangkan berbagai pikiran yang mengganggu. Tehnik ini bisa dilakukan setengah jam dua kali dalam sehari.

Langkah-langkah respon relaksasi dapat dilakukan sebagai berikut :

1. Pilihlah kalimat spiritual yang akan digunakan.
2. Duduklah dengan santai.
3. Tutup mata.
4. Kendurkan otot-otot.
5. Bernapaslah secara alamiah. Mulai mengucapkan kalimat spiritual yang dibaca secara berulang ulang.
6. Bila ada pikiran yang mengganggu , kembalilah fokuskan pikiran.
7. Lakukan 10 sampai 20 menit.
8. Jika sudah selesai, jangan langsung berdiri duduklah dulu dan beristirahatlah . buka pikiran kembali . Barulah berdiri dan melakukan kegiatan kembali.


Penulis Dr.dr. Samsuridjal Djauzi.SpPD.KAI

Kata Mutiara Tentang Cinta Dalam Islam

Kata cinta, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, merupakan wakil dari perasaan kasih, sayang, atau rindu yang sangat dalam. Namun dalam konteks atau kadar kalimat tertentu, ia bisa juga mewakili perasaan sedih.

Cinta adalah salah satu sumber kekuatan unik dalam diri manusia. Ia menjadi tenaga penggerak hati dan jiwa yang akan menghasilkan sikap, perbuatan dan perilaku.

Cinta bisa seperti yang terurai dalam sebait sajak dari film laris indonesia, Ketika Cinta Bertasbih:

Cinta adalah kekuatan yg mampu
mengubah duri jadi mawar
mengubah cuka jadi anggur
mengubah sedih jadi riang
mengubah amarah jadi ramah
mengubah musibah jadi muhibah.

Namun demikian, cinta pun bisa menghasilkan perubahan yang sebaliknya: mengubah mawar menjadi duri, dan seterusnya.

Hal yang demikian bisa terjadi karena cinta bersemayam di dalam hati yang bersifat labil. Seperti sabda Rasulullah saw. hati itu bersifat gampang terbolak-balik bagaikan bulu yang terombang-ambing oleh angin yang berputar-putar. Sebagaimana amal-amal dan perilaku kita yang senantiasa bersumber dari niat dan motivasi di dalam hati, maka cinta pun bisa mewujud dengan dasar niat yang beraneka rupa. Ada cinta yang tulus, penuh kerelaan. Namun ada pula cinta yang penuh duri dan racun. Ada cinta yang merupakan buah keimanan dan ketaqwaan. Namun ada pula cinta yang berlandaskan nafsu hina.

Bagi seorang muslim dan beriman, cnta terbesar dan cinta hakiki ialah cinta kepada Allah. Bentuk cinta dapat kita wujudkan dalam berbagai rupa tanpa batas ruang dan waktu dan kepada siapa atau apa saja asalkan semuanya bersumber dari kecintaan kita kepada Allah dan karena menggapai ridha-Nya.

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. (Al-Baqarah: 165)

Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (ikutilah Muhammad saw.), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. (Ali Imran: 31)

“Tali iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.” (HR. At Tirmidzi)

Kata-kata mutiara tentang cinta

Agar cinta tidak menjerumuskan kita ke dalam lubang kehinaan, ada baiknya kita mengambil hikmah dari sumber-sumber islam dan perkataan para ulama berikut ini.

Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setetes embun yang turun dari langit, bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus, tumbuhlah oleh karena embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur, di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.

Hamka

Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat.

Hamka

Tanda cinta kepada Allah adalah banyak mengingat (menyebut) Nya, karena tidaklah engkau menyukai sesuatu kecuali engkau akan banyak mengingatnya.

Ar Rabi’ bin Anas (Jami’ al ulum wal Hikam, Ibnu Rajab)

Aku tertawa (heran) kepada orang yang mengejar-ngejar (cinta) dunia padahal kematian terus mengincarnya, dan kepada orang yang melalaikan kematian padahal maut tak pernah lalai terhadapnya, dan kepada orang yang tertawa lebar sepenuh mulutnya padahal tidak tahu apakah Tuhannya ridha atau murka terhadapnya.

Salman al Farisi (Az Zuhd, Imam Ahmad)

Sesungguhnya apabila badan sakit maka makan dan minum sulit untuk tertelan, istirahat dan tidur juga tidak nyaman. Demikian pula hati apabila telah terbelenggu dengan cinta dunia maka nasehat susah untuk memasukinya.

Malik bin Dinar (Hilyatul Auliyaa’)

Cintailah kekasihmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi musuhmu. Dan bencilah musuhmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi kekasihmu.

Ali bin Abi Thalib

Engkau berbuat durhaka kepada Allah, padahal engkau mengaku cinta kepada-Nya? Sungguh aneh keadaan seperti ini. Andai kecintaanmu itu tulus, tentu engkau akan taat kepada-Nya. Karena sesungguhnya, orang yang mencintai itu tentu selalu taat kepada yang ia cintai.

A’idh Al-Qorni

Demikianlah beberapa kutipan dari sedikit tokoh-tokoh islam yang semoga bisa kita ambil hikmahnya. Semoga Allah memudahkan saya untuk menambah koleksi ini dan memberikan manfaat kepada pembacanya.

Ditulis Oleh Al Habib.